Dalam kehidupan ini, sering kali kita mengaku “eksis”, tapi kenyataanya kita tak punya “eksistensi”. Kita selalu menganggap diri kita “ada”, tapi kenyataanya orang lain melihat kita “tak ada apa-apanya”. Mengapa ini bisa terjadi??? Jawabannya karna itu adalah “pilihan” kita. Kita lebih memilih “pasrah” dalam status-quo kita yg memprihatinkan & jelas-jelas sangat bertolak belakang dengan hati-nurani kita, ketimbang kita berani menentukan sikap untuk menolak dan melawan kenyataan itu. Tragisnya lagi, kita sangat menyadari kenyataan itu. Kita sangat sadar kita sudah di tipu, dikhianati, dikibiri, ditindas………namun anehnya sikap kita justru memperlihatkan kesan bahwa kita seolah-olah tak mengalaminya. Ini sungguh kemunafikan yg sangat naif, ketika kemunkaran, kesewenang-wenangan dan ketidak adilan merajalela di sekeliling kita, kita cuma bisa bersikap apatis dan diam, pada hal kita sendiri juga termasuk korban.
“TAKUT”.…..itulah yg menjadi penyebab kita menjadi pengecut dan cemen, sehingga kemudian kita besikap fatalistik selama ini. Kalau dulu, zaman orba, ketakutan kita mungkin masih bisa dimaklumi, karna memang yg akan di hadapi jika jadi oposan adalah rezim penguasa yg zalim, resikonya nyawa bisa menghilang. Namun yang ironis adalah zaman sekarang, di saat tak ada lagi tirani yg berkuasa kita masih saja takut……………..Tapi
Wahai kawan……..akankah kenyataan ini akan terus kita jalani ? Tidakkah ada terbersit dihatimu sedikit keinginan untuk merubah keadaan ini ? Atau jangan-jangan kita memang bahagia menikmatinya ?

Kalau aku yang di tanya, pasti aku akan jawab: “Aku tak ikhlas & tak mau diperlakukan terus seperti ini, aku akan melawan……melawan……melawan……karena aku punya prinsip AKU MEMBERONTAK, MAKANYA AKU ADA !!!! Bagai mana dengan anda ????

2 Comments
makasih sudah berkunjung di blog kami!
sama-sama….