Di bawah ini adalah sederet aporisma tentang KEBENANAR yg merupakan buah dari ikhtiar-kontemplatifku:
- Tentang KEBENARAN, dari pada saya masih ragu lebih baik aku bilang tidak tahu.
- Tak perlu ada justifikasi untuk mengukuhkan sebuah “KEBENARAN sejati”. Karena biasanya yg butuh just fikasi itu justru adalah “KEBENARAN semu”.
- KEBENARAN secara absolut bukan berarti “baik“. Begitu juga “kebaikan”, secara absolut belum pasti “benar”. Namun dari relativitas itu dapat ditarik sebuah kesimpulan aksiomatik ; bahwa “benarnyakebaikan” adalah “keadilan”, sedangkan “baiknyakebenaran” adalah “kejujuran”.
- Sesungguhnya kualitas sebuah KEBENARAN itu tidak ada kaitannya dengan sumber dari mana, dari siapa dan kapan kau mendapatkan KEBENARAN itu. Justeru yang paling menentukan adalah “bagaimana cara” mu mendapatkan KEBENARAN itu.
- Jangan biasakan cuma melulu menerima & menanti KEBENARAN, tapi selalu carilah KEBENARAN itu.
- KEBENARAN mungkin bisa saja dimanipulasi, didistorsi atau dipungkiri, tapi aku yakin tidak bisa “dibuat mati”.
