Secara general, lazimnya orang mengenal “tangan kiri” itu sebagai “tangan untuk cebok“,makanya mungkin stigma dan citra tangan kiri itu begitu minor dan tidak dihargai oleh kebanyakan orang. Adalah sungguh tabu dan tidak etis bila seseorang mempergunakan tangan kiri itu untuk aktivitas seperti makan, salaman, menunjuk, menghormat, dsb.Itu secara kultural sudah tugasnya tangan kanan…………..sekali lagi, tangan kiri itu tugasnya cuma untuk “nyebok”.Namun……sedemi hinakah eksistensi tangan kiri ??
Menurutku tidak !! Sesungguhnya eksistensi tangan- kiri mestinya tak sehina itu. Bahkan kalau mau jujur, secara objektif sebenarnya tangan- kiri itu tidak kalah mulia dibanding tangan kanan. Secara tradisi memang fungsi populer tangan- kiri itu adalah sebagai tangan untuk nyebok…….tapi aku pikir itu bukan tugas yg hina. Justru itu tugas mulia yg secara eksklusif cuma bisa dikerjakan secara ikhlas oleh tangan- kiri, bahkan saya yakin tangan -kanan sendiri tidak akan pernah punya nyali untuk mengerjakannya. Coba cermati, pernahkah tangan kirimu malu atau ragu untuk melaksanakan tugasnya membersihkan setiap kotoran yang keluar dari lobang duburmu ? Pada hal kita tahu bahwa seluruh kotoran itu adalah sebenarnya “limbah” dari apa yang di makan oleh tangan kanan…………bahkan parahnya lagi kita tahu bahwa makanan yang didapatkan oleh tangan kanan itu tidak selalu dengan cara yg halal alias haram.
Lantas, tiba-tiba dari benak kiriku munyumbul pertanyaan kontroversial:” Mungkinkah disuatu saat nanti tangan-kiri akan diberi kesempatan & kepercayaan oleh manusia untuk mengerjakan tugas-tugas mulia yg biasanya di kerjakan tangan-kanan ??? Dan mungkinkah pula suatu waktu nanti tangan-kanan yg soq suci itu akan punya nyali menggantikan tugas tangan-kiri sebagai “tangan untuk nyebok” ?????”
